Alat Untuk Membuat Paving Block Dan Tahapannya

Sponsored Links

Alat Untuk Membuat Paving Block Dan Tahapannya

Sebelum anda merencanakan membuat paving block, terlebih dahulu anda harus punya semen dan pasir. Semen dan pasir adalah elemen bangunan utama yang tidak akan pernah di tinggalkan dari zaman ke zaman. Pada zaman dahulu ketika membuat rumah, pasir di gantikan dengan bata merah yang di lembutkan dengan campuran semen dan kapur. Campuran yang kurang bagus akan berakibat ketahanan bangunan tidak akan bertahan lama. Sekarang ini telah di tinggalkan hanya mengutamakan penggunaan semen dan pasir, apalagi untuk paving yang sering terkena panas,air dan beban yang berat membuat paving ini di perlukan lebih kuat daripada bata merah.

Mesin-cetak-paving-batako-hidrolik

Kehadiran paving membuat perbedaan dalam dunia bangunan. Sejak tahun 1977 di terminal pulogadung dan trotoar Jl.Thamrin adalah saksi peletakan pertama paving block dan selanjutnya berkembang di seluruh penjuru negeri di gunakan untuk halaman rumah, pengeras jalan desa, taman bahkan penggunaan paving pada rumah sederhana sebagai pengganti ubin batu walaupun sebagian besar penggunaan paving pada rumah-rumah karena akan menambah sampah pasir di dalam rumah dibandingkan dengan lantai ubin yang terbuat dari batu. Namun banyak juga keuntungan dan keunggulan penggunaan paving block antara lain :

  1. • Paving bisa di buat serentak bersama-sama.
  2. • Bisa sebagai alternative pengeras jalan, halaman, taman, bandara, terminal dan lain-lain
  3. • Dapat di gunakan terus menerus selama tidak rusak
  4. • Paving bisa langsung di pasang tanpa harus memiliki keahlian khusus
  5. • Ketika pemasangan paving tidak ada suara, udara, debu bahkan kebisingan yang mengganggu orang lain
  6. • Tidak banyak sampah yang di hasilkan ketika proses pemasangan paving maupun ketika dalam tahap produksi
  7. • Sela-sela paving block akan memperlancar perembesan air dan sehingga meminimalisir terjadinya banjir
  8. • Paving akan mampu menekan senyawa kimia dan mampu menahan beban berat
  9. • Akan menimbulkan kesan unik ketika di desain dengan gaya professional
  10. • Harga cukup murah di bandingkan dengan pengeras lainnya
  11. • Cara memasang sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama
  12. • Biaya pembuatan tidak banyak bahkan dengan alat sederhanapun bisa membuat paving.

Paving Block Menurut Standar SNI

Paving block yang di akui adalah yang memiliki standar nasional Indonesia [ SNI ] antara lain :

  1. • Paving sangat sempurna, permukaan halus, tidak terjadi keretakan, pecah, cacat di setiap pinggir, kuat dan tidak mudah di patahkan dengan tangan.
  2. • Bentuk dan model paving sesuai pesanan konsumen, apakah berbentuk segi empat, kotak-kotak, segi lima, segi enam, segi tiga dan berlobang pada bagian tengah paving.
  3. • Bila terjadi perbedaan maksimal 3 milimeter
  4. • Kekuatan fisik paving meliputi :

a. Paving dengan standard A adalah untuk pengeras jalan dengan kekuatan per cm bisa menahan 400 minimal 350 kg dan mampu menyerap air maksimal 3 %.
b. Standard B adalah untuk parkir mobil dengan kekuatan per cm bisa menahan 200 minimal 170 kg dan mampu menyerap air maksimal 6 %
c. Standard C adalah untuk trotoar dengan kekuatan per cm bisa menahan 150 minimal 125 kg dan mampu menyerap air maksimal 8 %
d. Standard D adalah untuk taman kota dengan kekuatan per cm bisa menahan 100 minimal 85 kg dan mampu menyerap air maksimal 10 %
e. Ketika di uji dengan natrium sulfat tidak boleh kekurangan kekuatan maksimal 1 persen

Paving block di buat dari semen, pasir, air dan bahan lain yang bisa menambah kekuatan tersendiri pada paving yang telah memenuhi standard uji coba yang cukup detail. Walaupun sebagian mereka ada yang mengganti pasir dengan bahan lain, namun pasir masih menjadi idola. Untuk pasir yang di gunakan sebaiknya pasir yang hitam dan memiliki berat 1,668 kg/dm3 dengan ukuran butiran antara 0,07-5 mm dan memiliki unsur kehalusan antara 1,50-3,80 sehingga kuat akan berbagai macam cuaca yang ada, baik itu panas maupun hujan. Metode uji ketahanan setelah paving jadi antara 7 hari, metode uji antara lain dengan menjatuhkan palu seberat kurang lebih 5 kg, bila terjadi keretakan maka dinyatakan tidak lulus uji. Cara uji yang kedua dengan melakukan pukulan, apabila terjadi keretakan atau pecah berarti paving tersebut dinyatakan belum sesuai dengan standar yang di maksud.

Peralatan Untuk Membuat Paving Block

Membuat paving block tentu memerlukan beberapa alat, baik peralatan modern maupun tradisional. Alat pembuat paving bisa di bedakan dengan jenisnya yaitu : mesin otomatis, semi otomatis dan manual yang pengerjaannya masih menggunakan tangan manusia. Bila anda ingin membuka usaha paving block tentu harus menggunakan mesin otomatis agar cepat mendapatkan hasil. Namun bila anda memiliki budget sedikit bisa memilih mesin semi otomatis bahkan manual. Semua pekerjaan yang anda lakukan tentu memiliki resiko berbeda-beda, termasuk saat anda sedang membuat paving, oleh karena itu sebelum anda memulai membuat paving perlu anda perhatikan bebarapa hal berikut ini :
Ketika semen menempel pada tangan baik itu semen basah atau kering maka kulit akan terbakar atau radang kulit. Kulit akan pecah-pecah dan bersisik untuk mengatasi cucilah tangan anda dengan air hangat dan sabun selanjutnya keringkan dengan tisu atau kain kering. Debu yang berasal dari kantong semen akan membuat mata anda perih dan memerah yang mengakibatkan radang mata. Oleh karena itu dalam pekerjaan ini anda harus selalu memakai sarung tangan, masker dan kaca mata, namun bagi mereka yang sudah terbiasa menganggap perlengkapan ini hanya menganggu kenyamanan dalam bekerja.
Alat untuk membuat paving block manual bentuknya sangat sederhan, kotak persegi panjang, di beri pegangan pada dua ujungnya, cara pemakaian alat ini sangat mudah, tinggal memasukan adukan semen pasir kedalam kotak kemudian di tekan, setelah di perkirakan kuat kemudian di keluarkan dan di keringakan.
Membuat paving block dengan mesin tentu akan lebih mudah, mulai ayakan pasir menggunakan mesin, kemudian adukan juga menggunakan mesin, setelah di aduk kemudian di masukan kedalam mesin yang memiliki kapasitas berbeda-beda. Skema cara pembuatan paving seperti berikut ini :
1. Pasir dan semen di aduk dengan menggunakan mesin pengaduk seperti molen. Kalau system manual maka pengadukannya dengan cara manual seperti menggunakan cangkul [ tenaga manusia ].
2. Setelah pasir dan semen sudah benar-benar menyatu, kemudian tambahkan air secukupnya [ jangan terlalu encer, air hanya sebagai pemancing agar semen benar-benar berkumpul dengan pasir.
3. Kemudian masukan kedalam cetakan [ cetakan manual atau mesin ]
4. Setelah melewati proses pengepresan [ baik dengan mesin atau manual, selanjutnya di keluarkan dengan hati-hati, diletakan pada papan dan di taruh pada tempat penjemuran [ supaya cepat kering ].
5. Setelah benar-benar kering hingga beberapa hari, kemudian proses uji coba kekuatan paving tersebut, baik itu di pukul menggunakan palu, atau di jatuhi palu, terjadi keretakan apa tidak.
6. Yang terahir adalah pemasaran dan pemasangan paving.

Artikel ini sebagai motivasi anda yang mau memulai memproduksi paving berkualitas [ bukan sebagai referensi pelajaran dan maupun tesis anda ], jika di rasa memang ini kurang jelas, sebaiknya anda bertanya kepada para ahli di kota anda, agar benar-benar mendapatkan hasil paving block yang baik dan sempurna.