Daftar Perusahaan Properti Indonesia Yang Sedang Naik Daun

Sponsored Links

Daftar Perusahaan Properti Indonesia Yang Sedang Naik Daun

Bisnis properti di Indonesia sedang sangat berkembang sangat pesat lantaran rumah menjadi kebutuhan utama dari total penduduk 250 juta jiwa. Banyak yang mendapatkan berkah dari bisnis property ini, mulai dari sales hingga perusahaan property level nasional. Di level nasional ada sepuluh developer dan perusahaan arsitek yang sedang naik daun. Contoh saja PT Agung Podomoro dengan alamat lengkap PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk., APL Tower 43rd Floor, Podomoro City, Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 28, Jakarta 11470 Indonesia. Perusahaan ini di nahkodai oleh Trihatma K Haliman telah berhasil mengembangkan perusahaannya hingga memiliki 24 anak perusahaan di jawa dan luar jawa seperti Jakarta, karawang, bandung, bali, makasar. Dalam sepuluh tahun perusahaan ini dapan menyelesaikan 50 proyek sekaligus. Konsumen PT Agung Podomoro mulai dari kelas menengah hingga kelas atas, update terahir perusahaan ini telah membeli 51 persen saham PT BPS yang memiliki lahan kurang lebih 5 hektare yang berada di seminyak bali dan menurut rencana lahan tersebut akan di bangun hotel bintang 4 atau 5 dengan kapasitas 400 kamar berkelas mewah. Trihatma Kusuma Haliman adalah pengembang perusahaan properti tersebut yang awalnya membidik konsumen kelas menengah bawah hingga menengah atas, dengan moto living in harmony and peaceful mind membuat perusahaan milik haliman terus berkembang walaupun hanya berada di tangan sembilan orang karibnya.Daftar-Perusahaan-Properti-Indonesia

Ciputra sudah bukan asing lagi di telinga kita, pasalnya perusahaan ini telah berkembang tidak hanya pada dunia bisnis properti saja tapi berkembang pada bidang edukasi, keuangan hingga asuransi hingga akhirnya di tutup karena dampak kebijakan moneter dari pemerintah Indonesia. PT Ciputra Development Tbk didirikan oleh Ir. Ciputra pria asal parigi, Sulawesi tengah lahir pada 1931 awalnya adalah seorang insinyur lulusan ITB yang sukses mengembangkan perusahaan properti terbesar di Indonesia bersama dengan Sudono Salim, Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad. Metropolitan grup adalah perusahaan pertama yang mereka bangun yang hampir menguasai pembangunan properti di sekitar jabodetabek.

Berikutnya adalah Sinarmas Land milik Eka Tjipta Widjaja, eka tidak hanya mengembangkan bisnis real estete namun merambah pada bisnis finansial, kertas dan agrobisnis. Empat perusahaan yang berbeda telah berkembang menjadikan dia termasuk orang terkaya di Indonesia dengan total harga US$ 3,8 miliar. Jiwa sosialnya tergerak untuk membentuk yayasan Eka Tjipta Foundation yang berkantor di Sinar Mas Land Plaza Tower 2 Lantai 33, Jalan MH Thamrin No.51, Jakarta 10350, Telp (021) 3922325, Fax (021) 3922326. Dengan moto Menanam kebaikan menuai kesejahteraan membuat perusahaan properti milik eka tambah meningkat. Kalau mengenang awal karirnya beliau hanya lulusan SD yang sempat menggadaikan ijazahnya agar mendapat keparcayaan untuk memasok kembang gula di kota makasar dengan mengendarai sepeda berjalan menyusuri hutan yang sangat jauh. Sempat pula beliu menjadi pengepul barang-barang bekas hingga akhirnya hijrah ke Surabaya dengan modal tekad kuat dan opimis.

Kalau anda sering main ke Surabaya tentu mengenal Tunjungan dan Pakuwon City, dua pusat perbelanjaan ini adalah salah satu dari sederetan prestasi dari perusahaan property PT Pakuwon Jati Tbk. Direktur Pakuwon Jati Ivy Wong mengatakan kalau sekarang ini sedang focus pada pengembangan hotel yang ada di Jakarta dan Surabaya dengan nilai investasi US$ 62 juta, dengan target 2016 bisa beroprasi secara penuh dengan kisaran pendapatan sekitar 12 persen.

PT Alam Sutera Realty Tbk walaupun baru berdiri pada tahun 1993 tapi telah menguasai lahan sekitar 700 hektar yang di bangun menjadi kota paling istimewah di wilayah Jakarta barat. Fasilitas berkelas telah mereka bangun mulai dari pendidikan, pusat perbelanjaan, hiburan dan kesehatan.

Selain perusahaan properti swasta Indonesia, pemerintah juga memiliki perusahaan yang berada di bawah kementrian BUMN seperti wijaya karya dan perusahaan lainnya.