Desain Kamar Tidur untuk Penderita Asma

Sponsored Links

Desain Kamar Tidur untuk Penderita Asma

Desain kamar tidur yang sehat untuk anak yang menderita penyakit asma tidak boleh sembarangan dan juga tidak seperti mendesain kamar untuk anak–anak pada umumnya. Dalam hal ini, ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan. Harap diingat bahwa bagi penderita asma, kamar yang indah saja tidak cukup untuk membuat mereka merasa nyaman dan aman. Jika anda adalah satu dari banyak orang tua diluar sana yang memiliki anak menderita asma, maka hendaknya anda mengikuti saran dan tips desain kamar tidur untuk penderita asma berikut ini. Mari kita lihat, apa aja sih yang harus diperhatikan agar anak kita merasa aman dan nyaman di kamar barunya?

Penyakit asma ini terjadi akibat adanya peradangan diseluruh cabang saluran pernafasan yang disebabkan oleh lingkungan disekitar yang kotor atau juga bisa terjadi karena terjadi penurunan secara genetik. Biasanya penyakit asama ini banyak menyerang anak- anak, karena anak- anak biasanya lebih banyak berada di lingkungan bermain yang kotor dan penuh debu. Gejala awal yang terjadi ditandai dengan terjadinya penyempitan pada saluran pernapasan sehingga penderita akan merasa sesak dan sulit untuk bernapas. Untuk mengatasi hal ini, salah satu cara untuk meminimalisir penyakit ini adalah dengan membuat desain kamar tidur dengan baik, yakni dengan meminimalisir keberadaan pemicu asma dikamar mereka, yaitu debu dan kotoran.

Desain Kamar Tidur Nyaman Untuk Penderita Penyakit Asma

Hal pertama yang harus anda akukan dalam membuat desain kamar tidur bagi penderita asma ialah memastikan bahwa segalanya dibuat senyaman mungkin. Kamar yang nyaman tidak harus berukuran besar dan luas. Kamar berukuran kecil pun bisa dibuat nyaman bagi mereka jika anda membuat pengaturan yang tepat dalam hal peletakan perabot, pemilihan warna yang benar, dan lain-lain. Kamar yang nyaman juga bisa anda dapatkan dengan cara membuat plafon yang tinggi sehingga ruangan akan terasa sejuk dan tidak sempit. Jangan lupa juga untuk memberi jendela yang besar serta ventilasi yang cukup. Hal ini dimaksudkan agar udara bebas keluar masuk kedalam kamar, dan memastikan udara selalu segar. Ya, udara segara adalah hal penting bagi penderita asma. Oleh karenanya, pastikan kamar mereka memiliki ventilasi yang memadai, sehingga mengurangi resiko pengendapan debu dan kotoran yang dapat memicu gejala asma.

Tidak hanya desain kamar tidur yang nyaman, akan tetapi perabot yang akan dimasukkan kedalam kamar juga harus diperhatikan. Sebaiknya hindari meletakkan perabot seperti lemari pakaian, rak–rak buku atau boneka serta meja belajar kedalam kamar. Semakin banyak perabot yang dimasukkan kedalam kamar, maka kamar akan menjadi semakin sempit, terasa pengap dan panas, juga resiko menumpuknya debu akan semakin besar. Penderita asma akan merasa lebih nyaman apabila kamar yang mereka tempati terlihat lapang tanpa terlalu banyak barang dan dekorasi. Selain itu pemberian perabot juga akan membuat debu lebih banyak bersarang didalam kamar, keadaan yang seperti ini akan membuat kondisi penderita asma semakin memburuk.

Kebersihan Desain Kamar Tidur

Apabila desain kamar tidur yang diterapkan dirasa sudah baik, treatmen selanjutnya adalah membersihkan ruang kamar secara teratur setiap hari. Bukan hanya itu, kita juga harus sering-sering mengganti seprei dan gorden yang digunakan. Untuk kamar yang menggunakan AC, kita juga harus sering-sering membersihkan kondensornya, sehingga udara yang di hasilkan oleh perangkat AC tersebut benar-benar bersih tanpa kontaminasi kotoran.

Hindari penggunaan karpet pada kamar anak anda, karena tanpa kita sadari, karpet dapat menjadi sarang debu dan tentunya sangat berbahaya bagi mereka. Namun jika keadaan memaksa anda untuk memakai karpet karena alasan keamanan dan kenyamanan, maka hendaknya anda membersihkan karpet tersebut secara rutin setiap harinya untuk mencegah penumpukan debu.

Kegiatan membersihkan kamar penderita asma secara rutin dan juga kebiasaan untuk selalu membuka jendela dan ventilasi yang ada, akan membuat kemungkinan asmanya kambuh semakin kecil. Hal ini dikarenakan minimnya keberadaan pemicu asma, seperti debu, kotoran, dan lain sebagainya. Selain itu, semakin minim kegiatan yang dilakukan anak- anak didalam kamar, maka debu dan factor pemicu lain yang bersarang juga akan semakin sedikit. Jadi intensitas asmanya kambuh juga semakin menurun. Demikian beberapa tips yang dapat kami berikan dalam membuat desain kamar tidur sehat bagi anak yang menderita asma, semoga bermanfaat.