Harga Dan Pembuatan Atap Genteng Tradisional

Sponsored Links

Harga Dan Pembuatan Atap Genteng Tradisional

Atap genteng adalah bagian penting dalam bangunan, ibarat pasukan perang atap adalah barisan terdepan dalam peperangan. Ataplah yang langsung merasakan panas, dingin, kehujanan dan berbagai macam cuaca ekstrim lainnya. Terkadang orang menganggap remeh pada atap atau genteng, mereka lebih mengutamakan pemilihan keramik, warna serta dinding yang beraneka ragam. Karena pentingnya atap maka banyak perusahaan atap yang selalu mengevaluasi setiap hasil produksinya apakah benar-benar memiliki kualitas yang bagus apa tidak. Bahkan perusahaan lokal juga tidak mau kalah selalu memberikan pelayanan dan kualitas yang di harapkan. Dulu atap hanya terbuat dari bahan-bahan alami yang ada di lingkungan mereka. Kalau di Indonesia menggunakan rumput ilalang yang di keringkan kemudian tata berjajar panjangnya menyesuaikan kondisi bisa dua meteran dengan memiliki ketebalan yang terukur antara 5 hingga 10 cm, setelah itu di pasang dari bawah ke atas. Untuk menjaga agar atap ilalang tidak jatuh penguatnya menggunakan tali dari bambu muda.

Ada juga atap yang menggunakan serat yang mengelilingi pohon aren, [ daduk : bahasa jawa ] yang berwarna hitam, daduk ini bisa di gunakan sebagai tali, bahkan untuk campuran atau alas pondasi bangunan, dulu belanda ketika membangun waduk di Indonesia atau bangunan lainnya alasnya di pasang daduk, memang menurut penelitian daduk bahan natural yang sangat kuat, namun ilalang serta daduk memiliki kekurangan tidak tahan terhadap api, api bisa sangat cepat menjalar ketika mengenai pada sebagian kecil atap.

Ganti-berganti tahun para pendahulu kita akhirnya menemukan atap genteng yang terbuat dari tanah liat, tidak semua tanah liat bisa di jadikan genteng. Tanah yang memiliki kontur merah sangat cocok di buat genteng, pertama kali tanah di campur air di aduk-aduk hingga mirip seperti adonan roti, setelah agak kental kemudian di cetak satu persatu, di sinilah letak kesabaran produsen genteng, berbeda dengan produk pabrik yang menggunakan mesin canggih sekali pencet bisa ratusan hingga ribuan genteng yang bisa di produksi. Namun di sinilah letak seni pembuatan genteng dengan penuh perasaan mereka bapak-bapak, ibu-ibu dan remaja bekerja untuk membuat genteng tradisional.

Branding gentengpun semakin lama semakin memiliki prestasi masing-masing, sehingga produsen genteng sekarang menggunakan nama-nama genteng yang sudah terkenal. Dan atap genteng dengan berbagai merk tersebut memiliki ciri desain yang berbeda-beda. Genteng mantili mini/press lebih murah di bandingkan dengan genteng mantili. Genteng mantili perbiji di jual Rp.2000 sedangkan genteng mantili mini/press di jual Rp.150 tiap-tiap biji. Padahal genteng mantili kalau menurut saya desainnya sangat mirip dengan mantili mini/press, yang membedakan adalah pada kualitas bahan yang di gunakan sehingga ketika di bakar mempunyai warna yang berbeda. Genteng mantili lebih merah sedangkan mantili mini/press memiliki warna agak putih.

Berikut ini adalah nama-nama merk dari atap genteng-genteng tradisional :

Atap genteng di bawah ini mewakili dari berbagai macam genteng yang beredar di pasar Indonesia, di luar jawa atau daerah-daerah yang tidak saya jangkau masih banyak lagi genteng lokal yang memiliki nama dan kualitas masing-masing.

  • Genteng mantili
  • Genteng mantili mini/press
  • Genteng karang pilang/prentol/kodok
  • Genteng basehe
  • Genteng gelombang
  • Genteng soka
  • Genteng plentong papak
  • Genteng plentong bulat
  • Genteng magaze
  • Genteng morando natural
  • Genteng kodok
  • Genteng morando glazur
  • Geneng krepus papak
  • Genteng wuwung
  • Geneng bedongan
  • Genteng krepus garuda natural
  • Genteng Krepus Garuda Natural
  • Genteng Krepus Jago Warna
  • Genteng Krepus Gunungan
  • Genteng Krepus Mahkota
  • Genteng Krepus Gajah

Detail dari pembuatan atap genteng tradisional meliputi delapan tahap antara lain :

  • Pengolahan bahan mentah atap genteng
  • Pengolahan tanah liat
  • Pencetakan genteng
  • Pengeringan
  • Proses pengeringan
  • Penglasuran
  • Pembakaran tahan kedua
  • Finishing
  • Pengolahan bahan mentah genteng dengan mengambil bagian tanah yang asli yaitu kira-kira kedalaman 25 cm hingga satu meter, bagian tanah yang paling atas [ bunga tanah ] tidak di ambil sebab mengandung humus dan unsur hara yang sangat bagus untuk tanaman. Sedangkan kedalaman yang di gali umumnya 1 meter atau melihat situasi lingkungan sekitar. Bila terlalu dalam akan merusak lingkungan sekitar.
  • Setelah tanah di aduk dengan di campur air, pengolahan yang dilakukan dengan penggilingan tanah agar benar-benar mendapatkan hasil yang terbaik. Dalam proses penggilingan tanah di tambah dengan pasir laut yang sangat halus agar mendapatkan kekuatan genteng yang maksimal.
  • Pencetakan atap genteng dengan menggunakan cetakan genteng satu persatu, seperti halnya mencetak batu bata.
  • Setelah mendapatkan jumlah genteng yang di perhitungkan dan telah melewati proses pengeringan dengan sengatan matahari, selanjutnya genteng-genteng tersebut di pilih yang bagus-bagus kemudian di bakar selama hampir dua hari dua malam. Kemudian di diamkan selama beberapa hari agar dingin selanjutnya di bongkar dan di masukan ke dalam gudang atau langsung di kirim pada konsumen.