Manajemen bisnis properti

Sponsored Links

Manajemen bisnis properti

Manajemen-bisnis-properti
Manajemen bisnis properti

Manajemen bisnis properti akan memberikan manfaat dan keuntunganyang sangat menjanjikan dan benar-benar terbukti kenyataanya. Properti memiliki banyak tafsir namun secara umum properti adalah sesuatu yang menjadi hak setiap orang dan dapat di perjual belikan menggatas namakan si pemilik. Orang yang berhasil dalam dunia properti tidak lepas dari penguasaan tentang manajemen bisnis propertinya, seperti apa manajemen yang bagus dan benar menurut akademisi? Manajemen bisnis properti sebenarnya hanya dua hal yang sederhana yaitu mengatur harta kekayaan dalam bentuk fisik atau yang tampak seperti tanah, rumah, sawah, tower, apartemen, hotel. Yang kedua adalah Manajemen bisnis properti yang memberi penghasilan seperti sewa apartemen, rumah kos-kosan, perlengkapan, perawatan dan pengelolaan properti. Dengan manajemen yang bagus maka dapat meningkatkan pendapatan, properti tetap awet dan utuh bahkan harganya dapat terus meningkat setiap tahunnya apalagi kalau di tunjang dengan melakukan promosi yang terus menerus dan tertarget.

Tugas manajemen bisnis properti

Tugas manajemen bisnis properti profesional itu membuat surat perjanjian biasanya dikerjaan oleh seorang sekertaris sebagai draf yang akan di tuangkan dalam rapat terbatas dalam sebuah perusahaan selanjutnya revisi serta perubahan akan di bahas di situ. Adanya surat perjanjian itu di buat tujuaan agar mempermudah pekerjaan dan tidak menjadikan permasalahan di kemudian hari. Yang kedua adalah membuat perencanaan pembangunan hingga desain finish, pekerjaan ini sering di lakukan oleh para insinyur dan arsitek desain, dari situ akan terlihat berapa biaya yang di butuhkan hingga seberapa kekuatan bangunan tersebut. Yang ketiga adalah pengelolaan bangunan sebelum di serah terimakan kepada pemilik atau calon penyewa, termasuk meliputi keamanan sehingga si pengguna merasa nyaman, tugas ini sering di kerjakan oleh bagian Life Cycle Costing (LCC). Yang ke-empat adalah pemasan serta negosiasi dengan konsumen ini adalah tugas deal or no deal yang sangat menentukan keuntungan perusahaan, banyak dari mereka yang bekerja pada bagian ini memiliki keuntungan yang cukup besar dan begengsi. Yang Ke-Lima adalah melakukan penagihan sewa, yang di salah kaprahkan dalam bisnis ini adalah menggunakan debt collector yang berlebihan sehingga membuat citra buruk pada perusahaan bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa, kalau seperti ini cara kerjanya maka bukannya mendapatkan keuntungan tapi akan menambah masalah dan harus berurusan dengan hukum. Yang ke-enam adalah manajemen keuangan bisnis properti, kalau manajemen keuangan dapat di kerjakan dengan baik maka kebocoran dana perusahaan dapat termonitor, bagian mana saja yang terlalu boros dapat segera di atasi, sebaliknya kalau manajemen keuangan bisnis properti lemah maka akan terjadi sebaliknya. Yang ke-tujuh adalah Management Information System, khususnya bagi perusahaan-perusahaan besar sudah saatnya membutuhkan kemampuan orang-orang tersebut sehingga informasi yang di dapat benar-benar akurat dan dapat di kerjakan dengan cepat.