Peningkatan Harga Properti Membuat Bisnis Properti Akan Mengalami Angka Penurunan

Sponsored Links

Peningkatan Harga Properti Membuat Bisnis Properti Akan Mengalami Angka Penurunan

Insting bisnis properti yang muncul agar mendapatkan keuntungan berkali lipat membuat harga properti di Indonesia akan mengalami kenaikan yang tidak wajar. Praktisi investasi seperti Ryan Fibert mengatakan pembelian properti hanya untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda akan membuat harga properti semakin aneh dan tidak wajar. Contoh saja pak Andi ( bukan nama Asli ) memiliki budget 20 miliar lantas dana tersebut digunakan untuk membeli 20 properti sekaligus, properti yang ia beli tidak untuk di tempati tapi segaja di biarkan hingga beberapa bulan lantas ia jual kembali dengan harga yang sangat mahal. Cash-flow-properti

Selain usaha yang di jalani oleh pribadi juga ada beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang properti. Mereka mampu mendapatkan keuntungan satu hingga dua miliar dalam penjualan properti, Ini gila, itu euphoria judi ! Peningkatan harga properti yang tinggi yang tidak sesuai dengan jumlah permintaan maka nilai properti akan semakin menurun. Seperti halnya di beberapa daerah tren properti sudah mulai berkurang, Jawa barat ( kawasan puncak ), tangerang, jakbar dan jakut adalah contoh daerah-daerah yang tidak lagi booming dengan properti rumah.

Sebenarnya alasan yang paling mendasar cukup simple sebab properti yang di beli seharga 2 miliar lantas di jual dengan harga 4 miliar, ini demand-nya tidak cocok sesuai kaidah investasi. Nah bagi anda yang masih berminat untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis properti lakukan investasi secara sehat dengan cara berternak, yaitu membeli satu atau dua properti kemudian di sewakan dan dari biaya sewa bisa digunakan untuk membeli poperti lagi.

Tahun 2015 Adalah Masa Yang Sulit Untuk Mengembangkan Bisnis Properti

Indonesia Properti Watch (IPW) telah menganalisa tentang bisnis properti di tahun 2015, secara global para pengembang properti akan mengalami masa-masa yang sulit, IPW memberi saran agar para pengembang lebih inovatif dalam mengembangkan bisnis properti nya serta mempersiapkan beberapa strategi antara lain :

Cash fow proyek harus di persiapkan karena akan mengalami penurunan dalam penjualan properti.

Selain bahan bangunan semakin meningkat karena beberapa faktor seperti melemahnya nilai dollar terhadap rupiah, suku bunga konstruksi juga tidak ketinggalan akan semakin tinggi. Memang daya beli masyarakat terhadap properti tetap ada namun mereka akan lebih selektif dalam pemilihan proyek jangka panjang tersebut. Saat ini kebijakan suku bunga KPR akan meningkat hingga 14 persen sehingga para konsumen tidak akan melakukan spekulan dalam pembelian properti. Disinilah para pengembang properti harus mempersiapkan berbagai macam strategi serta beberapa inovasi dan masalah kredit KPR. Antara lain dengan mengkaji ulang waktu peluncuran proyek mereka, lakukan konsolidasi ulang sebelum benar-benar membuka pintu. Sebab sekarang ada peluang yang bisa di manfaatkan antara lain :

Pemerintah ditahun 2015 ini akan lebih banyak fokus dalam bidang infrastruktur nah ini adalah kesempatan yang bisa di ambil dari para pengembang properti.

Sejak MEA 2015 di canangkan maka akan banyak investor asing yang akan masuk ke Indonesia. Peluang properti komersial ada pada beberapa kawasan dengan basis ekonomi industri yang tumbuh semakin tumbuh banyak, apartemen-apartemen untuk para pekerja asing semakin banyak sebab banyak orang asing bekerja di Indonesia.Harga-properti-menurun

Selain Memiliki Koleksi Lamborghini Raffi Ahmad Juga Mengikuti Trend Bisnis Properti

Raffi ahmad adalah contoh dari beberapa artis yang ikut andil dalam dunia bisnis properti, setelah dia menikah dengan nagita slavina raffi mulai kepincut dengan dunia properti. Hal tersebut ia sampaikan pada acara acara ramah tamah peluncuran Hardys Land Properti and Resort di Nusa Dua – Bali milik Gede Agus Hardyawan pengusaha properti sukses asal Bali. Saat di wawancarai raffi mengatakan kalau masih bujangan suka dengan koleksi mobil mewah namun setelah menikah dia dan nagita sepakat untuk melakukan investasi yang lebih banyak mendapatkan keuntungan seperti investasi properti ini.

Jadiwalaupun harga properti akan mengalami banyak penurunan namun kalau bisa mengambil keputusan yang tepat melalui riset pasar secara detail maka bisnis properti akan tetap menjanjikan keuntungan banyak, seperti di contohkan oleh raffi sebagai ikon Hardys Land Properti and Resort di Nusa Dua – Bali dengan memiliki dua properti sekaligus.