Riset bisnis properti

Sponsored Links

Riset bisnis properti

Dengan melakukan riset bisnis properti maka akan mendapatkan data yang lebih akurat bagaimana prospek kedepannya apakah akan memberikan keuntungan besar atau pas-pasan bahkan tidak memberikan keuntungan sama sekali. Untuk mendapatkan data yang akurat ketika melakukan Riset bisnis properti maka diperlukan mulai mengumpulkan data, mengambil sample, kemudian dapat menyimpulkan dengan analisa riset dan tinggal membuat laporan. Dalam riset pasar ternyata terdapat beberbagai metode seperti riset primer vs sekunder dan riset kuantitatif vs kualitatif ketika anda melakukan riset primer maka sasaran dari riset ini adalah, para pengembang, makelar, investor properti, mahasiswa, masyarakat sekitar, kalangan profesional, pegawai pemerintah dan konsultan kontraktor. Sedangkan riset sekunder mengumpulkan data sebanyak-banyaknya menggunakan internet, koran, majalah namun data yang anda pilih harus benar-benar relevan dan dapat di pertanggung jawabkan. Sedangkan riset bisnis properti dengan metode kuantitatif yaitu anda membuat puluhan pertanyaan untuk mendapatkan jawaban sebanyak-banyaknya sehingga hasilnya dapat disimpulkan, sedangkan riset dengan metode kualitatif itu dengan melakukan penelitian dan interview atau wawancara. Dari empat cara riset bisnis ini selanjutnya anda bisa menggabungkan agar mendapatkan data yang benar-benar valid serta hasilnya dapat di pertanggung jawabkan.

Riset-bisnis-properti
Riset bisnis properti

Riset bisnis properti dengan metode primer

Riset bisnis properti primer ini bertujuan untuk mendapatkan data bisnis properti yang sedang trend atau terkini dan cara yang apa yang paling simpel serta menguntungakan serta menganalisa pesaing pasar tersebut berapa banyak serta mereka masuk kategori kelas berat apa menengah. Lebih jelasnya riset primer ini adalah :

  1. melakukan wawancara, wawancara bisa dilakukan dengan menggunakan telepon, chating tapi yang lebih baik langsung bertemu sehingga pembicaraan benar-benar cair dan dapat mengetahui lebih dalam tentang materi yang anda butuhkan.
  2. Melakukan survei, survei ini juga yang paling baik dengan datang langsung kelokasi walaupun dari sebagian orang bisa menggunakan cara online maupun surat.
  3. Kuesioner hampir sama dengan wawancara hanya saja ini sifatnya langsung memberikan jawaban iya atau tidak atau lain-lain, kuisioner bisa di lakukan dengan menggunakan media online atau surat.

Contoh pertanyaan-pertanyaan saat melakukan wawancara riset bisnis properti

Ini adalah contoh pertanyaan saat riset bisnis properti, dan perlu di ketahui anda harus memiliki banyak pertanyaan agar informasi yang anda dapatkan benar-benar maksimal

  1. Apa alasan anda membeli rumah di sini dan mempercayakan Pembangunan Rumah anda terhadap developer ini bukan yang lain?
  2. Yang menarik dari developer ini dan yang paling anda suka apa, dan sebaliknya apa yang anda tidak suka dari developer ini?
  3. Kira-kira ada masukan apa dari pengembang bisnis properti ini, dan bangunan apa yang perlu dan sangat di butuhkan oleh anda dan masyarakat sekitar?
  4. Harga perunit rumah yang layak di tawarkan kepada masyarakat itu berapa juta? dan sistem pembelian yang mudah serta tidak memberatkan kedua belah pihak itu bagaimana?

Dengan melakukan riset bisnis properti secara menyeluruh saya yakin perusahaan anda akan mudah berkembang sebab benar-benar memperhatikan kebutuhan konsumen bukan sekedar mengambil keuntungan buta saja.