Tahun yang sulit bagi pengusaha properti

Sponsored Links

Tahun yang sulit bagi pengusaha properti

Tahun ini mungkin akan menjadi masalah besar bagi sebagian pengusaha properti sebab ancaman akan gejolak ekonomi yang kurang sehat yang berdampak pada krisis moneter membuat pengusaha properti agak ragu-ragu untuk melakukan promosi melalui media nasional baik itu media cetak maupun media yang lain. Namun pemerintah tetap memberikan suport bahwa saat ini tidak akan terjadi krisis ekonomi seperti pada tahun 1996. Sebagian pengamat bisnis properti memberikan tips untuk menjaga usaha para pengusaha properti agar tetap survive. Seperti membuat strategi baru, strategi yang paling utama adalah menentukan lokasi yang tepat, sebab secara umum baik itu penyewa maupun pembeli akan memilih tempat yang lebih mudah di akses dari manapun walaupun harga lebih mahal mereka akan tetap memimilih dan tentu walaupun rupiah sedang mengalami penurunan tapi kebutuhan utama seperti rumah akan menjadi pilihan yang tidak bisa di tawar-tawar lagi.

Pengusaha-properti
Pengusaha properti

Lebih lunak terhadap para calon pembeli / penyewa

Saat ini kalau memberikan bermacam-macam peraturan tentang jual beli atau sewa rumah mereka cenderung kabur sebab sudah tergambar bahwa persyaratan itu sangat sulit di fahami apalagi di laksanakan. Contoh mungkin anda dulu membuat aturan 48 bulan harus lunas, tentu bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan akan keberatan sebab harga bensin yang selalu naik turun, harga kebutuhan pokok sekarang mulai naik tentu angsuran semakin terasa berat, kebijakan anda bisa lebih lunak dengan menurunkan bunga cicilan atau jumlah cicilan di tambah 12 bulan bahkan 24 bulan, tentu mereka akan merasa terbantu, dan anda akan tetap mendapatkan keuntungan walaupun hanya sedikit.

Memberi harga yang masuk akal

Kalau anda sebagai pengusaha properti mempertahankan bahwa harga tanah maupun rumah semakin tahun akan semakin meningkat tentu akan memberikan harga secara tidak wajar, tapi akibatnya bisnis properti yang sedang anda geluti pada situasi ini akan semakin sulit serta di tinggalkan pelanggan. Oleh karena itu jualah rumah dengan harga umum, kalau ingin mendapat laba lebih banyak gunakan media promosi agar banyak yang mengenal anda tanpa merperdulikan yang lain yang lebih murah.

Lakukan renovasi pada bangunan yang telah lama

Mungkin anda atau pengusaha properti lainnya masih memiliki beberapa rumah apakah rumah bekas atau baru di bangun tapi belum juga laku, maka solusi yang tepat adalah melakukan renovasi, calon pembeli akan merasa nyaman dengan kondisi bangunan yang terlihat baru dan segar, apakah hanya sekedar mengganti warna cat atau mengatur posisi taman sehinggat terlihat ada perubahan pada rumah.

Apakah anda masih yakin dengan bisnis anda?

Bicara soal keyakinan ini yang perlu anda miliki, kalau anda nggak yakin tentu tidak semangat dan bisnis anda terasa lesu, tapi kalau memiliki keyakinan bisnis properti anda akan berhasil maka cara kerja dan pola pikir anda akan menelurkan ide-ide yang kreative.

Melakukan investasi

Dari sebagian laba usaha anda sebaikan anda simpan dalam bentuk barang yang nilainya bisa naik apakah dalam bentuk mas batangan, rumah maupun tanah. Yang kedua investasi akhirat, anda harus banyak menabung untuk hari depan di ahirat nanti bagi kebanyakan pengusaha properti mereka yakin dengan menabung di ahirat maka usaha mereka bukannya berkurang namun mengalami berkah yang luar biasa, peluang dan keuntungan terasa mengalir bagaikan air. Contoh melakukan tabungan akhirat seperti menyantuni anak yatim, orang miskin, membangun masjid dan lain-lain.