Tipe rumah yang paling banyak di cari

Sponsored Links

Tipe rumah yang paling banyak di cari

Bagi para pengembang perumahan tentu sebelumnya telah melakukan riset pasar tipe rumah yang paling laris dan paling banyak di cari oleh konsumen itu seperti apa. Ini menjadi tugas pertama yang dilakukan oleh divisi marketing, buat apa membangun rumah namun banyak yang tidak berminat dengan model tipe rumah yang di bangun akibatnya bisnis properti rumah sulit untuk berkembang bahkan lama kelamaan bisa bangkrut. Sebenarnya untuk mencari tahu tipe rumah yang sedang trend itu mudah, kita petakan jadi dua cara riset pasar saja yaitu pasar online dan pasar offline. Pasar online artinya dari para pengguna dunia online atau di sebut dengan dunia maya menggunakan mesin pencari google itu yang terbanyak, selanjutnya adalah bing, yahoo dan berbagai macam mesin pencari yang familiar di suatu negara. Kalau di indonesia saya yakin kebanyakan menggunakan mesin pencari google. Di sana terdapat tool untuk mengetahui berbagai hal yang sedang trend pada suatu bulan, tahun bahkan hari. Tool itu disebut dengan google trend atau juga menggunakan google planner. Anda bisa mengetikan kata kunci yang sedang anda cari misal tipe rumah 36, di situ akan dapat di ketahui pencarian kata kunci tipe rumah 36 berapa perbulan, dan seberapa trend kata kunci tersebut. Setelah anda yakin dengan kata kunci yang anda temukan di mesin pencari selanjutnya padukan dengan dunia offline. Perhatikan minat konsumen pada rumah yang sedang di bangun oleh pengembang-pengembang lain. Jika pasar anda adalah kelas low end maka anda tinggal mengamati para pengembang lain yang sedang membidik pasar yang sama. Jika ternyata betul riset dengan media online sama dengan media offline maka tinggal melakukan service yang berbeda agar konsumen tertarik dengan rumah yang sedang anda bangun.

Tipe-rumah-36
Tipe rumah 36

Konsumen akan lebih tertarik dengan rumah yang sedang trend termasuk tipe rumah minimalis, tipe rumah minimalis sederhana atau mewah itu adalah pasar yang sangat ramai di indonesia. Karena rata-rata pengembang membangun rumah minimalis anda harus lebih kreatif di banding pengembang lain, mungkin dengan memberikan kredit lunak, harga murah dan kualitas terbaik. Memang sulit untuk menerapkan hal tersebut, tapi ada cara ampuh dan lebih dahsyat yaitu dengan cara memberikan bonus kepada beberapa orang yang di rasa memiliki masa atau orang berpengaruh. Kalau mereka bisa kita pegang biasanya akan mengajak anggota, teman atau orang yang percaya kepadanya untuk ikut membeli rumah yang sedang anda bangun. Secara tidak terasa anda telah menggunakan jasa promosi gratis, memang awalnya anda harus banyak memberikan bonus pada mereka. Sebenarnya trik ini sudah banyak digunakan oleh kebanyakan orang namun mereka tidak menyadari telah menggunakan trik ini.

Tipe rumah kelas low end

Kalau anda membidik kelas low end tentu adalah tipe rumah 36 dan tipe rumah tipe 45. Alasan yang paling mendasar tentu karena dana, rumah sederhana dengan ukuran tidak terlalu lebar tentu tidak memerlukan biaya banyak, kalaupun mereka harus mencicil maka cicilan juga tidak terlalu tinggi sehingga menganggu stabilitas ekonomi keluarga. Walaupun rumah tipe 36 atau 45 itu tergolong sedang namun anda bisa membangun dengan gaya modern dan mewah. Pertama-tama bangunan rumah itu harus menggunakan material yang bagus dengan tujuan agar rumah itu awet hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. Jadi walaupun kecil tapi menggunakan bahan yang bagus nanti purna jualnya juga tinggi.

Selain tipe rumah 36 dan 45 sebenarnya masih banyak contoh tipe 75 dan seterusnya, semuanya di sesuaikan dengan permintaan pasar serta lahan yang tersedia. Kalau lahan tidak terlalu luas sedangkan lokasi kurang strategis sebaiknya di bangun tipe rumah 36 saja sehingga lebih menguntungkan, kalau anda memaksa untuk membangun tipe rumah 100 sedangkan lokasi berada di daerah yang kurang familiar tentu jarang yang akan mengambil kesempatan ini, konsumen yang membutuhkan rumah tipe 100 biasanya orang dengan standar ekonomi lebih tinggi dan mobile yang sangat pada sehingga membutuhkan lokasi rumah yang lebih strategis lagi.